PENGARUH AUKSIN TERHADAP STEK TANAMAN SIRIH MERAH










PENGARUH AUKSIN TERHADAP STEK TANAMAN SIRIH MERAH 
 (Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan)



Oleh
Theo Indra
1304122065








images.jpg










PROGRAM STUDI DIII PERKEBUNAN
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014






1  PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang


Daun sirih merah atau nama latinnya adalah (Piper crocatum) sama halnya dengan tanaman hijau juga tumbuh merambat di pagar atau pohon. Manfaat tanaman ini memiliki  senyawa aktif alkaloid teh sirih dan flavonoid teh merah yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Selain kencing manis, masyarakat disana menggunakan sirih merah sebagai obat tradisional untuk mengatasi penyakit seperti kanker, asam urat, hepatitis, kelelahan dan maag, peradangan,  hipertensi (darah tinggi), dan ambient.

Kandungan kimia yang terdapat dalam sirih merah diantaranya adalah Flavonoid, Polivenol, Alkoloid, Tanin, Minyak Astsiri, Saponin, Hidroksikaficol, Kavicol, Kavibetol, Allylprokatekol, Karvokrol, Eugenol, P-cymene, Cineole, Coryofelen, Kadimen, Ekstragol, Terpenana, dan Fenil Propoda.Senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam sirih merah memiliki banyak khasiat contohnya : Sirih merah dapat digunakan sebagai obat untuk menurunkan kadar gula darah dan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh penderitadiabetes militus yang di konsumsi secara rutin. Selain berkhasiat sebagai pengontrol dan penurun kadar gula darah dalam tubuh sirih merah juga dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit-penyakit lain seperti Hipertensi, radang lever, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kanker payudara, nyeri sendi dan juga dapat dimanfaatkan sebagai penjaga stamina. Kandungan Karvakol pada daun sirih merah bermanfaat sebagai desenfektan, dan anti jamur, sehingga berfungsi sebagai obat kumur dan obat keputihan. Kandungan senyawa Eugenol berfungsi sebagai obat pereda nyeri atau analgetik. Kandungan Tanin berfungsi sebagai penyembuh sakit perut khususnya diare dan juga dapat digunakan sebagai obat antiseptik pada luka. 
Hormon sering juga disebut zat pengatur tumbuh. Saya tidak ingin memperdebatkan istilah. Tapi saya berusaha menguraikan penerapan hormone pada tanaman dan kesalahan yang ada di masyarakat yang perlu diluruskan pada proporsi yang benar.  Sehingga pemanfaatan hormon dalam budidaya tanaman akan memberikan dampak yang lebih optimal. Salah satunya adalah Auksin sering digunakan untuk merangsang pertumbuhan akar dan sebagai bahan aktif sering yang digunakan dalam persiapan hortikultura komersial terutama untuk akar batang.


1.2  Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum inin adalah sebagai beriut
1 .Mengetahui perbandingan data pada masing-masing perlakuan.
 2 Mengetahui bagaimana budidaya tanaman sirih merah
3.Mengetahui kondisi tempat yang  cocok untuk menanam sirih merah

































II.  METODOLOGI


2.1  Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.  Cutter
2.  Buku dan pena
3.  Penggaris
4.  Kamera
5.  Cutton buds
6.  Bekas aqua gelas

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.  Tanaman sirih merah
2.  Tanah
3.  Air
4.  Polibag
5.  Pasta NAA 1500 ppm, dan NAA 1000 ppm


2.2  Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Disiapkan media tanam tanah dan sekam (1:1)
2.      Polibag diisi tanah sampai penuh
3.      Dipotong cabang sirih merah satu node dengan daun satu helai
4.      Dibuat pasta NAA 1000 ppm, dan 1500 ppm
5.      Dioleskan pasta NAA sesuai perlakuan pada bekas potongan cabang sampai bakal akar di dekat daun
6.      Ditanam stek pada polibag yang sudah diisi tanah
7.      Stek sirih merah yang sudah ditanam disiram dengan air
8.      Polibag diberi label sesuai perlakuan
9.      Diamati pertumbuhan akar sirih merah
10.  Diukur pertumbuhan akar yang terpanjang dari setiap perlakuan
11.  Diambil gambar kegiatan praktikum






























III.  HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


3.1  Hasil Pengamatan

Tabel 1.  pertumbuhan jumlah akar setek sirih merah terbanyak

No Sampel
NAA 1000 ppm
NAA 1500 ppm
Kontrol
1
6
2
0


Tabel 2.  Pengukuran pertumbuhan akar setek sirih merah terpanjang

No Sampel
NAA 1000 ppm
NAA 1500 ppm
Kontrol
1
4,5 cm
0,6cm
0 cm


Pembahasan


Dari data yang telah diamati pada praktikum maka diperoleh bahwa jumlah akar stek sirih merah pada perlakuan NAA 1000  ppm adalah 6 , pada perlakuan NAA 1500 ppm adalah 2 dan pada kontrol adalah 0. Sedangkan panjang pertumbuhan akar pada perlakuan NAA 1000ppm adalah 4,6 cm ,pada perlakuan NAA 1500 ppm adalah 0,6 cm dan pada kontrol adalah 0 cm.

Maka dapat disimpulkan bahwa pada pertumbuhan jumlah akar stek sirih merah terbanyak adalah pada NAA 1000 dengan jumlah akar adalah sebanyak 6 dan yang tidak tumbuh adalah pada perlakuan kontrol 0, pada pengukuran pertumbuhan akar setek sirih merah terpanjang adalah pada NAA 1000 ppm 4,5 cm dan yang paling terendah adalah pada kontrol.0 cm.

Pada perlakuan yang tepat maka dapat menjadikan tanaman pertumbuhannya cepat dan baik,serta media tanam yang baik digunakan adalah tanah kompos dan pasir dengan perbandingan (1:1),karena pasir digunakan air tidak dapat menggenang sehingga tanaman tidak membusuk,serta digunakan tanah kompos karena mengandung unsur hara yang baik untuk mencukupi hara pada tanaman untuk menunjang pertumbuhan.

Sirih merupakan tanaman yang tumbuh merambat dan bersandar pada batang pohon lain, tingginya dapat mencapai 5 – 15 m. Batang sirih berkayu lunak, berbentuk bulat, beruas-ruas, beralur-alur, berwarna hijau keabu-abuan.
Daun sirih merupakan daun tunggal, tumbuh berseling.Pangkal daun berbenatuk jantung atau agak bundar asimetris, ujung daun runcing, tepi dan permukaan daun rata, pertulangan menyirip.Warna daun bervariasi, dari kuning, hijau sampai hijau tua.Daun sirih berbau aromatis.




















IV.  KESIMPULAN


Kesimpulan yang didapat dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Pertumbuhan jumlah akar stek sirih merah terbanyak adalah pada NAA 1000 dan pada pengukuran pertumbuhan akar setek sirih merah terpanjang adalah pada NAA 1000 ppm 4,5 cm.
2. Media tanam yang baik digunakan adalah tanah kompos dan pasir dengan perbandingan (1:1).
3. Batang sirih berkayu lunak, berbentuk bulat, beruas-ruas, beralur-alur, berwarna hijau keabu-abuan.























DAFTAR PUSTAKA


Anonymous.2012.Daun Merah.http://bisnisukm.com/sirih-merah-kaya-manfaat-dan-ber peluang-cerah.html

Sudjarwo, Eko. 2011. Buah Juwet Membawa Berkah Petani di Musim kemarau. http://surabaya.detik.com/. Diaskes tanggal 211 Desember 2014

Chambell. 2000.Biologi. Erlangga: Jakarta

Anonymous. 2009.http://tanamanobatkita.blogspot.com/2009/01/gempur-batu.html. diakses pada tanggal 11 desember 2014

Anonymous. 2012.http://dc439.4shared.com/doc/rpeujKk-/preview.html. Diakses pada tanggal 11 Desember 2014.




















LAMPIRAN





Gambar 1,semua perlakuan yang dilakukan pada tanaman sirih merah
Gambar 2, perlakuan kontrol p[ada tanaman sirih merah
Gambar 3, perlakuan NAA 100 ppm pada tanaman sirih merah.
Gambar 4,perlakuan NAA 1500 ppm pada tanaman sirih merah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JENIS-JENIS KLON PADA TANAMAN KARET

PENGUKURAN DEBIT ALIRAN SUNGAI

PENGENALAN HERBISIDA